3 Heli Tembakkan Bom Air ke Lahan Terbakar Riau


Pekanbaru - Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau saat ini mengerahkan 3 heli untuk melakukan pendinginan di lahan sisa kebakaran. Satu orang warga kembali ditangkap terkait pembakaran lahan di Dumai.

"Hari ini ada 3 heli kita kerahkan untuk melakukan pendinginan di lokasi yang bekas terbakar. Heli kita arahkan ke Dumai dan Kandis di Siak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger kepada detikcom, Jumat (24/8/2018).
Edwar menjelaskan, dari pantauan udara di dua lokasi bekas kebakaran itu masih menimbulkan asap. Sehingga Satgas Udara mengerahkan heli untuk melakukan water bombing.

"Kita memantau lewat udara di lokasi kebakaran itu. Masih terlihat asap, sehingga tim udara melakukan water bombing," kata Edwar.Sementara itu, Kapolres Dumai, AKBP Restika Pardamean Nainggolan menyebutkan, tim darat dari Polres, Kodim, BPBD, dan masyarakat peduli api tetap melakukan pemadaman lewat darat di lokasi bekas terbakar di Dumai.
"Tim darat saat ini juga melakukan pendinginan di lokasi agar tidak memunculkan api lagi. Jadi tim darat terus berupaya agar kebakaran tidak meluas," kata Restika.

Tim darat, selain melakukan pemadaman dengan mesin pompa air, namun juga membuat sekat api. Sekat ini dibuat di lokasi dengan cara menggali sebagai pembatas agar api tidak merembet. Sebab, lokasinya rawa gambut.

"Tim darat juga berjibaku buat sekat, agar tidak merebet di bawah permukaan. Semua Satgas darat bekerja secara maksimal, tak kenal waktu libur," kata Restika.

Selain melakukan pemadaman, kata Restika, pihaknya juga melakukan penegakan hukum. Paling anyar, pada 21 Agustus 2018 satu orang warga ditangkap karena melakukan pembakaran lahan. Lokasinya di Sei Sembilan Dumai, satu orang inisial pria inisial S. Barang bukti di lokasi yang sita ada pelepah sawit yang sudah terbakar, satu mancis (korek api).

"Total keseluruhan di wilayah hukum kita menjadi 4 orang tersangka Karhutla," kata Restika.

Restika mencatat, terhitung dari Juli hingga Agustus 2018, luas yang terbakar mencapai 300 hektare. Namun seluruhnya kini sudah bisa dipadamkan.

"Sebagian tim kita tetap melakukan pemadaman kebakaran lahan, dan sebagian tim lagi tetap melaksanakan penegakan hukum. Bukan hanya giat sosialisasi dan pencegahan saja, hukum tetap kita jalankan," kata Restika.

 

Sumber : Detiknews.com